MIMPI MENJADI KENYATAAN


Edisi 3 majalah PR Indonesia April 2015 dengan judul “Mimpi Membangun Sekolah PR” menjelaskan mengapa kami ingin mendirikan sekolah Public Relations.  Setelah menjadi praktisi PR lebih dari 30 tahun dan melihat kebutuhan praktisi public relations yang terlatih dengan baik dan siap kerja, maka mimpi tersebut telah menjadi kenyataan. Pada tanggal 15 November 2016, akte pendirian professional development center yang diimpikan telah ditandatangani.  Namanya: MERDI INTAR SINAU.

Merdi Intar Sinau berasal dari kata-kata Jawa yang berarti:

   MERDI – mengajar atau memajukan

   INTAR – menjadi pintar, berilmu pengetahuan tinggi

   SINAU – melalui proses belajar

Curriculum telah dirancang untuk mempersiapkan para peserta dengan pengetahuan serta kemampuan atau skills yang dibutuhkan melalui pelatihan dan beragam studi kasus dilatarbelakangi teori, bertujuan untuk menjadikan public relations sebagai fungsi manajemen strategis atau public relations - a strategic management function. 

Namun tidak kalah penting, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan strategi public relation, strategi komunikasi PR, strategic thinking dan decision making skills untuk nantinya menghadap berbagai issue yang terjadi dan berdampak bagi perusahaan atau lembaga di mana ia akan bekerja.  Hal ini sangat diperlukan karena pada akhirnya, dengan pendidikan dan pelatihan dasar yang kuat serta jam terbang yang mencukupi, praktisi public relations akan dituntut untuk menyusun strategi komunikasi untuk membangun reputasi, mendukung strategi bisnis maupun strategi marketing perusahaan maupun lembaga di mana ia bekerja.

Training public relation di kantor MISI Jakarta, memberikan pelajaran dan pelatihan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dikemas berdasarkan praktek PR - Public Relations in Practice - selama 8 bulan.  Modules yang diberikan antara lain mencakup Understanding Public Relations as a strategic management function, yang mengubah persepsi bahwa PR itu hanya merupakan hubungan dengan media, menangani berbagai events, bahkan hubungan dengan pelanggan saja. Para peserta juga akan dibekali pengetahuan mengenai pemangku kepentingan – stakeholders – pemetaan stakeholders, pentingnya research dan survey persepsi stakeholders agar dapat merancang strategi komunikasi yang tepat bagi setiap kelompok stakeholders, untuk mendukung strategi bisnis ataupun strategi lembaga, bahkan pemerintah. 

Para peserta juga akan dibekali pengetahuan mengenai media, baik media konvensional – cetak, online, elektronik – maupun media sosial.  Pengetahuan ini ditambah dengan pemetaan media, membangun hubungan yang serasi dengan media dan para jurnalis, bagaimana mengemas informasi menjadi stories with high news value – nilai berita tinggi - menggunakan kekuatan media sosial untuk menyampaikan pesan dan informasi serta cara menulis rilis media yang efektif dan penanganan konperensi media, program dan events media.

Bagaimana melakukan wawancara yang efektif di televisi juga diajarkan, selain teori, juga dengan wawancara para peserta yang diliput video, playback dan analisa, serta rekomendasi perbaikan yang perlu dilaksanakan.  Sebetulnya, pelajaran dan pelatihan PR ini diperlukan untuk semua pihak yang ditugaskan sebagai juru bicara perusahaan atau lembaga – bagaimana menyampaikan key messages dengan efektif melalui wawancara televisi. 

 

Meningkat ke level yang lebih tinggi, Public Relations in Practice memberi pelajaran dan pelatihan penanganan issues – issues management – dan penanganan komunikasi di saat krisis – crisis communication management.  Bagian ini menguji strategic thinking dari praktisi PR, walaupun masih memerlukan pengalaman di bidang PR - jam terbang yang cukup - terutama crisis communication management.  Inilah alasan perusahaan menempatkan praktisi PR di jabatan Director ataupun Senior Vice President.

Perusahaan yang berencana untuk listing dan menjadi perusahaan terbuka memerlukan dukungan komunikasi/PR, pelajaran dan pelatihan di bidang ini akan diajarkan dalam moduleGoing Public and the PR Role.  Selain itu, para peserta akan diberi pelajaran dan pelatihan tentang The Power of Three – yaitu kekuatan yang dapat dihimpun tiga unsur dalam perusahaan terbuka – Corporate Secretary – Corporate Communication – Investor Relations untuk stakeholder relations and engagement, perancangan dan pelaksanaan communication strategy, issues management dan crisis management.

Keberhasilan tim komunikasi melaksanakan berbagai program dan kegiatan komunikasi memerlukan suatu cara mengukurnya dan ini pula yang akan diajarkan.  Selain analisa kualitatif, ada analisa kuantitatif dalam bentuk index - Publicity Effectiveness Index – yang kami rancang untuk mengukur keberhasilan penyampaian pesan perusahaan atau lembaga. Ini dapat dijadikan KPI atau Key Performance Index tim komunikasi perusahaan.

Setiap instruktur yang mengajar telah berpengalaman praktek lebih dari 15 tahun di bidang public relations atau bidang terkait dan dapat mengajar dalam dua bahasa.  Para senior praktisi public relations dan para ahli di bidang terkait lainnya juga akan diundang sebagai pembicara tamu untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya.

Usaha kami ini hanya merupakan bagian kecil dari usaha untuk membekali ilmu dan memberdayakan mereka yang ingin menggeluti bidang public relations.  Usaha yang lebih banyak dari berbagai pihak yang lebih luas masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan praktisi public relations yang terlatih dengan baik agar dapat langsung bekerja.

 

Oleh: Maria Wongsonagoro

Konsultan Public Relations dan Chief of Training Merdi Intar Sinau - MISI




Merdi Intar Sinau

Jl. K.H. Wahid Hasyim no.12A
Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340
Phone : (021) 319-34235 / 0812 813 7100

Copyright © Merdi Intar Sinau - 2016

Social Media :

Facebook Linkedin Instagram Instagram Instagram

Our Partner :

Jooble