PUBLIC RELATIONS IBARAT SUNGAI


 

Menjelaskan tentang public relations yang merupakan fungsi manajemen strategis untuk membina hubungan saling menguntungkan antara suatu perusahaan atau institusi dan stakeholders-nya, sering saya memberi analogi public relations itu ibarat sungai, ada hulu dan hilir.

 

HULU

Di bagian hulu, public relations mencakup visi dan misi serta nilai-nilai atau values yang ditetapkan institusi atau perusahaan yang menggambarkan this is who we are.  Tujuan dan strategi bisnis atau rencana strategis (renstra) tercakup juga di hulu. Kemudian terdapat strategi komunikasi korporasi atau corporate communication strategy disertai action plan yang menggambarkan program-program dan berbagai kegiatan komunikasi korporasi.  

Untuk menghasilkan corporate communication strategy yang tepat dan efektif, institusi atau perusahaan perlu melakukan suatu proses yang mencakup beberapa tahapan.  

Tahap pertama adalah melakukan analisis situasi atau situational analysis tentang keadaan yang dihadapi instansi atau perusahaan, mencakup keadaan ekonomi, finansial, industri, iklim berbisnis, keadaan masyarakat dan sebagainya.

Tahap kedua adalah melakukan pemetaan stakeholders atau para pemangku kepentingan.  Stakeholders meliputi pemerintah, industri, kompetitor, konsumen, calon konsumen, media, kelompok berkekuatan (pressure groups), para pembentuk opini (opinion formers), supply chain, civitas academica, masyarakat sekitar daerah operasi perusahaan (surrounding communities), masyarakat dalam negeri dan masyarakat luar negeri.  

Tahap ketiga adalah pembuatan research and perception survey untuk mengevaluasi persepsi para stakeholders. Oleh karena salah satu tujuan public relations adalah membangun reputasi instansi atau perusahaan, persepsi para stakeholders perlu diketahui agar dapat memahami apakah persepsi positif, negatif, samar-samar atau tidak tahu sama sekali tentang instansi atau perusahaan. Hasil perception survey dianalisis.

Tahap keempat adalah merancang communication strategy yang tepat dan efektif dari hasil analisis perception survey untuk membangun reputasi serta mendukung strategi bisnis dan juga marketing. Hal ini merupakan proses yang sulit, yang memerlukan ahli public relations dan communication dengan jam terbang yang panjang dengan otoritas setingkat direktur atau vice president, bahkan senior vice president.

Karena perubahan selalu terjadi, perception survey sebaiknya dilaksanakan setiap tahun, atau apabila dibutuhkan untuk kelompok stakeholders tertentu. Dengan perubahan persepsi, maka communications strategy juga perlu diubah.

Membangun reputasi berarti pula menjaga nama baik.  Bila persepsi menjadi negatif, hal tersebut perlu ditangani dengan cepat dan efektif. Bagian hulu juga mencakup sistem issues management, yaitu secara proaktif menangani issue sebelum situasinya berkembang menjadi krisis. Namun bila issue berkembang menjadi suatu krisis, sistem untuk penanganannya adalah crisis communications management untuk mendukung crisis management. Ini juga terdapat di bagian hulu.

 

HILIR

Bagian hilir mencakup kegiatan dan program public relations dan communication untuk melaksanakan corporate communications strategy yang ditetapkan di bagian hulu. Ini meliputi kegiatan dan program dengan media seperti media relations (membangun hubungan serasi dengan media), media tour, media familiarization trips, distribusi rilis, konferensi media; stakeholders engagement seperti kegiatan dan program dengan kelompok stakeholders; program dan kegiatan corporate social responsibility (CSR); dan kegiatan lainnya, semuanya untuk menerjemahkan visi dan misi institusi atau perusahaan dan membangun kepercayaan masyarakat dan reputasi.

 

PREREQUISITE ATAU PRASYARAT

Melihat pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa inti dari public relations adalah communication. Seseorang yang ditugaskan memimpin unit atau bagian public relations atau corporate communication department atau humas, perlu sosok yang cerdas dengan kemampuan berpikir strategis, mempunyai analytical skills, peka terhadap issues, memiliki kemampuan berkomunikasi baik (good communication skills) dalam bahasa Indonesia dan Inggris, cukup berpengalaman, pengambil keputusan yang cepat (quick decision maker) dan tetap tenang walaupun terjadi berbagai gejolak di institusi atau perusahaannya.       Ini dikarenakan ia berada di garis depan sebagai juru bicara institusi atau perusahaan menopang para pemimpin.

Perlu juga bagi instansi atau perusahaan untuk mengadakan evaluasi tentang sistem komunikasi yang ada. Apakah unit atau bagian yang diberi tugas melaksanakan public relations (atau humas) mempunyai kapasitas untuk melaksanakan tugas-tugas public relations and communication sesuai dengan best practice?  Sudahkah institusi atau perusahaan memiliki panduan kebijakan dan prosedur komunikasi (Communications Policies & Procedures Manual) yang dapat memberi pengarahan dan panduan berkomunikasi bagi semua pemangku kepentingan internal (internal stakeholders)?

Ilmu public relations dari hulu sampai hilir diajarkan di professional development center MISI – Merdi Intar Sinau.  Untuk mendalami profesi public relations, belajarlah dengan kami.




Merdi Intar Sinau

Jl. K.H. Wahid Hasyim no.12A
Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340
Phone : (021) 319-34235 / 0812 813 7100

Copyright © Merdi Intar Sinau - 2016

Social Media :

Facebook Linkedin Instagram Instagram Instagram

Our Partner :